Senin, 29 November 2010

Caricature "Tukul Arwana"




Ini adalah karikatur seorang pembawa acara yang cukup terkenal di Indonesia yaitu "Tukul Arwana".
Memulai karir dari bawah sekali.....................................
Hingga sekarang sampai karikatur ini dibuat beliau masih membawakan acara yang gayanya sama walupun sudah beberapa kali diganti nama.

Minggu, 21 November 2010

Cartoon "Lebih Bau"


Bau Mulut 
atau 
Bau Sampah

Gambar Kartun yang ini dibuat ditahun 2010 dan belum dimuat di "Harian Manapun" di Indonesia. Masih belum begitu lama ditampilkan untuk kalangan sendiri.

Dibuat sebagai sindiran untuk mereka yang kerjanya hanya bisa lihat sana dan lihat sini, ya...itulah kerja seorang mandor. Berdiri melihat-lihat sambil melipatkan tangannya ke belakang. Sekali-kali menguap mengantuk karena nggak ngerjain apa-apa. Bosan kalee...Mungkin karena jarang sikat gigi sehingga bau mulutnya hampir sama dengan bau sampah. Sewaktu menguap Lalat-pun mengira "ada lobang sampah yang baru nih.......???"

Sabtu, 20 November 2010

Cartoon "Wasit"


Kartun ini saya buat pada tahun 2006 dan telah dimuat pada "Harian Global" di Medan pada tahun yang sama.

Pada kartun ini menceritakan tentang seorang wasit dalam pertandingan sepak bola yang selalu  membunyikan peluit setiap ada pelanggaran dan memberi kartu peringatan. Karena terlalu aktifnya sampai si wasit pingsan di lapangan dan harus ditandu untuk dibawa keluar lapangan. 

Seorang wasit bukanlah pekerjaan yang mudah, membutuhkan konsentrasi yang baik untuk bisa menilai atau memimpin jalannya pertandingan. Dan disamping itu juga membutuhkan stamina yang cukup prima karena juga harus ikut berlari kesana-kemari. Juga harus mempunyai mental yang kuat menghadapi pemain yang marah, penonton yang mengamuk karena tim kesayangannya (pemain favoritnya) diberi sangsi kartu merah.
Wasit....oh wasit.......

Rabu, 17 November 2010

Cartoon "Untuk Qurban?"

Kartun ini pernah dimuat di "Harian Global" di Medan pada Agustus tahun 2006.
Menceritakan segerombolan anak-anak botak yang coba menarik tambang sekuat tenaga mereka. Yang ternyata diujung tambang ada seekor lembu (sapi) yang sangat sangar (begitulah diskripsinya) yang malah siap untuk melawan balik. Bukannya untuk diqurbankan eh...malah mencari korban.
Bertaburlah mereka karena ketakutan (takut kalau-kalau ditanduk sang sapi).

Senin, 15 November 2010

Cartoon "Gara-gara Nyamuk"


Kartun ini aku buat pada tahun 2006. Menceritakan seorang Pria yang sibuk melihat nyamuk yang mengintarinya menempel di wajah. Terbang lagi saat di pukulnya sendiri dan hinggap lagi di wajahnya. Hingga suatu saat dan tanpa sepengetahuannya ada yang memukul nyamuk yang hinggap diwajahnya dengann pukulan keras....Buuk.....Pukulan telak mengenai wajahnya. Pingsan lah.....Sementara nyamuk masih terbang melayang menanti landasan untuk menghisap darah.


Jumat, 12 November 2010

Jumat, 05 November 2010

CARICATURE

Mbah Marijan





Marijan Or often called Mbah Marijan.
Marijan atau yang sering disebut Mbah Marijan.

Rabu, 03 November 2010

Suatu Renungan dari Bencana yang datang.

Setelah banjir bandang di Wasior yang datangnya seperti Tsunami menyusul Letusan Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan menyusul pula di Mentawai yaitu Gempa dan Tsunami. Sepetinya peringatan dari Sang Maha Kuasa sudah ditunjukkanNya di Negara Tercinta ini. Kalau Yang Maha Kuasa sudah berkehendak tiada tempat yang bisa untuk berlindung. Mau lari kekota, kotanya kebanjiran. Mau lari ke gunung, gunungnya meletus. Mau lari ke pantai, pantai diterjang Tsunami.  Kemana kita pergi? Korban-korban lagi.

Seperti kata Ebiet G. Ade. “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam telah enggan bersahabat dengan kita?”
Bisa saja salah satu bait syair lagu di atas benar. Tuhan (Sang Maha Kuasa) sudah tidak berkenan lagi dengan bangsa ini yang selalu ribut-ribut (demo ada dimana-mana). Ribut soal pemilihan kepala daerah, tidak puas dengan hasilnya. Semua ingin jadi kepala (ingin jadi pemimpin). Akhirnya para pendukung saling bentrok. Pemimpin yang didaulat untuk menjadi pembawa aspirasi (pembawa amanah) rakyat, eh malah korupsi. Tindak kejahatan korupsi ini seolah-olah  sudah menjadi trend untuk pejabat yang memimpin. Dikatakan trend, karena setiap pejabat yang mengakhiri masa jabatannya selalu berakhir ditangan KPK dan di bui. Bosan atau tidak kita mendengarnya setiap hari di tayangkan di TV? Kita saja bosan apalagi Yang Maha Kuasa.

Tuhan marah karena bangsa ini sering berbuat tawuran. Tawuran antar kelompok pemuda, antar etnis juga mewarnai ensiklopedia kekerasan di bumi nusantara ini yang kadang-kala timbul korban jiwa. Yang paling parahnya lagi tawuran  antar kelompok mahasiswa, yang mana dari mereka diharapkan munculnya para pemimpin yang bijaksana yang bisa membangun Negara Tercinta ini menuju masyarakat yang tentram gemah ripa loh djiwani. Eh malah berkelahi dan merusak fasilitas-fasilitas yang mahal. Marah dan malu kah kita ? Kita saja marah mendengarnya apalagi yang Maha Kuasa.
Tuhan juga bosan dan marah karena masyarakat ini lebih mendukung berbuat maksiat dan jinah dari pada mendukung yang berbuat amal dan kebajikan. Masyarakat sekarang menjadi marah dan mengucilkan seorang ustadz yang berpoligami terang-terangan. Padahal itu sah dan tidak dilarang agama. Masyarakat sekarang malahan mendukung seorang artis yang berbuat maksiat yang menjinahi istri orang dan yang menodai wanita yang bukan istrinya. (Malahan membuat konser untuk mendukung artis tersebut). Kalau dipikir-pikir Tuhan membuat aturan yang dibolehkan dan yang dilarang, itu juga tak dihiraukan. Mau dibawa ke mana bangsa yang dulu dikenal sangat beradab ini? Apakah Allah tidak marah mengetahui hal ini?
Sepertinya kita kembali ke kehidupan Jahiliya…Jadi wajar saja Allah (Sang Pencipta Yang Maha Agung) menimpahkan bencana untuk mengingatkan bangsa ini agar kembali ke arah yang benar.

Untuk itu marilah kita semua berdoa untuk Indonesia agar tidak terjadi lagi bencana di bumi Nusantara ini. bukan hanya berdoa tetapi juga kita harus merubah sikap kita yang salah selama ini. Yang selama ini sering korupsi menjadi tidak korupsi lagi dan kalau ada rezeki ya dibagilah ke orang-orang miskin yang membutuhkannya. Kalau selama ini suka teriak-teriak berunjuk rasa anarkis ya diubah kalaupun harus ujuk rasa jangan sampai anarkis dan harus dipikirkan juga kepentingan orang banyak.
Kita harus mau terima yang terbaik tetapi kalau dapatnya bukan itu ya kita harus mau menerima. "Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah" (D'Masiv). Berusaha untuk yang terbaik akan tetapi bukan dengan jalan yang salah dan memaksakan.

Semoga tulisan ini dapat menjadi perenungan buat saya pribadi dan semua yang membaca tulisan ini.

Jangan Menangis Indonesia-ku. Tabahlah dalam menghadapi Bencana yang datang bertubi-tubi ini.

Soccer Player RONALDINHO


The Famous soccer player "RONALDINHO" from Brazil.

Pemain sepak bola terkenal "RONALDINHO" dari Brazil.

Selasa, 02 November 2010

Caricature

Bruce Willis after recovery



This behind is Bruce Willis caricature when returning from hospitalization after recovery from his illness for six months.

Di samping ini adalah Caricature Bruce Willis ketika kembali dari rumah sakit setelah sembuh dari sakitnya selama 6 bulan.